Kamis, 03 Oktober 2019

taktik militer tergila



Saat itu perang Mu’tah, muslimin melawan Romawi, 3000 prajurit muslim vs 100.000 prajurit romawi.
Ketika sebelum menuju perang, Rasulullah bersabda ke pada panglima perangya yaitu Zaid bin Haritsah, yang mana kalau beliau terbunuh, maka digantikan oleh Ja’far bin Abdul Muthalib, dan kalau beliau terbunuh juga, maka digantikan oleh Abdullah bin Rawahah.
Singkat cerita pergilah 3000 pasukan itu ke medan perang dan sudah melihat posisi musuh ang sudah menunggu.
Kebiasaan pasukan muslimin ketika perang adalah di waktu subuh, jadi setelah solat subuh berjamaah, takbir kemudian langsung menyerbu musuh.
Musuh kelimpungan menghadapi pasukan muslim yang datang di waktu yang tidak terduga.
Seingat saya (mohon koreksi kalau salah), pertempuran ini berlangsung kurang lebih seminggu.
Dan musuh banyak berjatuhan, dan di beberapa hari terakhir, akhirnya musuh yang menyerang duluan di waktu subuh,
Pasukan muslim sempat kocar kacir juga, dan nyaris mengalami kekalahan.
Pada hari hari peperangan, panglima perang pertama, yaitu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin abdul muthalib, dan abdullah bin rawahah terbunuh berturut turut dalam beberapa hari.
Sampai akhirnya pasukan muslim bingung, siapa panglima perang selanjutnya.
Kemudian semua sepakat untuk menunjuk Khalid bin Al Walid sebagai panglima perang.
Saat muslimin sudah kelelahan dan terdesak, strategi khalid bin walid seperti membawa angin segar,
Pada hari terakhir penyerangan, strateginya untuk menghadapi musuh yaitu :
1- Merubah posisi pasukan, selama beberapa hari, posisi kaum muslimin selalu disitu, misal dia berapa di depan, ya di depan terus, di kanan ya di kanan terus dan seterusnya,
Sehingga musuh hafal siapa saja yang berada pada posisi tersebut.
Jadi khalid bin walid meminta semua untuk berubah posisi, kiri ke kanan, kanan kiri dan sebagainya, di acak acak oleh beliau.
2- Ganti baju, umumnya pasukan muslimin membawa baju perang cadangan di perbekalan.
Khalid bin walid memerintahkan mereka untuk mengganti baju perangnya dengan baju cadangan.
3- Membagi pasukan menjadi per 100 orang, jadi ada 30 tim dalam pasukan tersebut.
4- Memerintahkan beberapa tim untuk menjauh dari medan perang, dan membawa pelepah kurma, pada setiap kuda perangnya.
Setelah semua persiapan selesai, mulailah hari terakhir peperangan :
1- Khalid bin walid tidak menyerang saat subuh, tapi membiarkan matahari terbit dan memperlihatkan seluruh pasukan.
Strateginya yaitu untuk membuat musuh kaget, karena dikira ada pasukan baru yang hadir,
padahal mereka hanya ganti baju dan dirubah posisinya
2- Khalid bin walid takbir pertama, tapi tidak menyerang,
Melainkan beberapa pasukan yang disuruh menjauh pada malam harinya, untuk mendekat ke medan perang.
dan dengan pelepah kurma yang dibawanya, pelepah kurma tersebut diminta untuk diseret di tanah,
jadi seolah ada banyak pasukan tambahan yang datang dari berbagai penjuru.
3- Takbir kedua dan pasukan lainnya juga datang dengan kondisi menyeret pelepah kurma,
Musuh semakin bingung, dan was was karena muslimin seolah mendatangkan pasukan tambahan.
4- Takbir ketiga, baru mulai menyerang, ketika muslimin dalam posisi sudah menyerang,
sebelum pasukan yang menyeret pelepah kurma itu sampai ke posisi perang,
khalid bin walid takbir ketiga, dan langsung menyerang
musuh kebanyakan kabur dan menjauhi pasukan muslimin.
sehingga di hari terakhir peperangan kaum muslimin menang telak.
dan mendorong pasukan romawi sampai mendekati benteng benteng romawi.
….
Dari kejadian ini Rasulullah Muhammad sallalahu ‘alaihi wasallam menjuluki khalid bins walid dengan “Pedang Allah yang terhunus
Khalid bin walid sadar bahwa secara jumlah mereka kalah, tapi dengan memainkan emosional musuh, maka mereka ada peluang untuk menang.
Kisah ini diceritakan Oleh Ustad Khalid Basalamah di youtube tentang Sirah Nabawi, dan juga oleh Ustad Budi Ashari berdasarkan hadist shahih yang berasal dari sahabat sahabat nabi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar